Special
“akhhh akhirnya” ucap baekhyun menghela napas dan
merentangkan tangan setelah keluar dari rumah sakit bersama chanyeol, joy dan
han bi.
“namja chinggu? Jangan bercanda joy. Mengapa kau mau
dengannya?” ucap han bi kesal saat baekhyun tesenyum kepada semua orang.
Membuat malu saja.
“ya byun baekhyun! Harusnya itu reaksi han bi!” ucap
chanyeol yang menggandeng tangan han bi di lehernya.
“eiii sudahlah. Namja chinggu ku memang begitu”
“han bi ya! Oppa punya hadiah untuk mu. Tara!! Tiket
pesawat dan hotel ke Osaka. Kau benar-benar ingin kesana kan? Aku pikir tak apa
mengajak mu refreshing setelah terus-terusan ada di rumah sakit” ucap baekhyun
dan di sambut pelototan gembira dari han bi. Reflek han bi pun melompat-lompat
seperti anak kecil dan menghambur ke pelukan baekhyun.
“oppa!! gomawo! Jeongmal gomawo! Sarangheyo!!” ucap
han bi antusias. Joy dan chanyeol yang melihat pun terkejut dan berusaha
melepas kan keduanya.
“pokoknya kita berangkat minggu depan!”
Special
“hahhh” ucapku menghela napas di balkon kamar. Subuh
gini enak jika harus menghirup udara segar.
“han bi ya~ kau sudah selesai?”
“chakkaman oppa! nanti aku kebawah!” hari ini adalah
hari dimana aku akan berangkat ke Osaka, jepang. Aku benar-benar ingin kesana. Dan
hari ini juga hari dimana genap, aku menyukai oppa selama 2 tahun.
Ya aku masih menyukainya.
Tak apa bertepuk sebelah tangan. Toh aku tak terluka
lagi. Dara sunbae dan chanyeol putus. Entahlah, aku tak tau kenapa mereka
putus, chanyeol oppa tak mau memberi tau ku.
“han bi ya! Baekhyun dan joy sudah di bawah”
lagi-lagi suara bass yang mampu membuatku meleleh saat dia membisikan sesuatu
di telingaku terdengar.
“ne oppa! aku akan kebawah!”
Special
“Osaka!!!!” ucap han bi berteriak senang di lapangan
bandara. Baru saja landas dia sudah kesenangan kkk~
“ya park han bi! Ayo kita perlu ke hotel lalu habis
ini jalan-jalan” ucapku menggenggam tangan nya dan tersenyum padanya membawanya
masuk ke bandara. Dia blushing lagi dan tak menolak lalu mengalihkan
pandangannya ke arah lain.
“chanyeola panggilah taksi. Aku ingin mebeli makanan
bersama joy dulu. Akan ku belikan juga kau dan han bi nanti” ucap baekhyun
memerintah. Aku pun memutar bola mataku malas saat mendengarnya nada bicara
yang seperti bos itu.
“arraseo” ucapku lalu menuju ke depan dengan tetap memegang
tangan han bi. Ku lirik han bi yang sedang tersenyum meihat tangan kami yang
saling bertautan lalu menatap kesekitar lagi. Sepertinya ia senang melihat aku
membawanya pergi kemana-mana bersamaku.
Setelah mendapat taksi, aku pun menelpon baekhyun
dan memberi tau kalau aku sudah mendapatkan taksi. Dia pun mematikan telpon nya
secara sepihak setelah mengatakan ‘aku akan kesana 5 menit lagi’. Benar saja,
tak perlu menunggu lama baekhyun dan joy telah datang.
“barangnya sudah di masukan. Kau pakai taksi yang
itu. Aku pakai taksi yang ini. Ke hotel yamamoto kan?” terangku.
“ya. Nanti kita bertemu disana. Sampai jumpa” lalu
baekhyun memasuki taksi yang ada di belakang taksi ku dan han bi lalu melesat
duluan.
Kami pun masuk kedalam taksi.
“hotel yamamoto” ucap han bi dalam bahasa jepang. Wihh
sepertinya gadisku benar-benar menyukai segala sesuatu tentang jepang. Bahkan bahasanya
pun dia bisa.
Taksi mulai berjalan. Han bi hanya melihat
pemandangan lewat jendela dan tangan kami pun masih bertautan. Selang berapa
menit. Kami pun sampai di hotel
yamamoto. Supir taksi yang menurunkan barang-barang kami dari taksi pun sudah
selesai dan meninggalkan kami yang masih celingak-celinguk mencari baekhyun dan
joy di depan hotel.
“oppa coba telpon baekhyun. Joy tak mengangkat
telponnya” ucap han bi menggoyangkan tangan kami yang masih saja bertautan. Dia
pun sepertinya tak ingin melepaskanya. Aku pun tersenyum padanya dan
mengeratkan genggaman tangan ku padanya.
“arraseo”
Tutt…
tut.. tut…
“yeoboseo?”
“ya byun baekhyun! Kau dimana?”
“aku? Aku dikamarku
dan joy”
“kau satu kamar dengan joy? Dasar gila kau”
“kau
juga satu kamar dengan han bi. Ah sudah lah. Panggil saja pelayan hotel untuk
membawakan barang-barang kalian. Bilang ke meja resepsionis dengan nama park
chanyeol lalu tunjukan ktp mu”
“hei tapi bis-“
Tut..
tut.. tut..
“yah sialan ditutup”
“wae oppa?”
“ah aniya. Apa tak apa kita sekamar? Baekhyun sialan
itu sekamar dengan joy”
“ya?”
“kau mau oppa pesankan kamar baru?”
“ah tak usah oppa tak apa-apa”
Aku pun memanggil pelayan hotel untuk membawakan
barang-barang kami lalu ke meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar. Masih dengan
menggandeng tangan han bi dengan erat. Kami menuju kamar kami untuk
menmbersihkan diri.
Special
Dentingan pring terdengar di café tak jauh dari
hotel. Chanyeol, baekhyun, joy dan juga han bi sedang makan siang di sana
sebelum mereka melanjutkan berjalan-jalan. Setelah makan, mereka siap
mengelilingi sebagian Osaka untuk hari ini.
Mulai dari taman bermain, taman, bioskop, mall dan
air mancur menjadi objek wisata mereka hari itu. Tak terasa waktu telah
menunjukan angka 4:15 yang artinya itu sudah menjelang malam.
Mereka pun memasuki kamar hotel masing-masing dan
membersihkan diri sebelum menepati janji mereka, yaitu makan di café hotel.
Special
Malam ini di café hotel sedang merayakan ulang tahun
komunitas koki hotel tersebut yang ke 19-tahun. Karna itu, tamu-tamu hotel
semua diundang dan di harapkan memakai pakaian formal.
Chanyeol dan baekhyun
mengenakan jas formal hitam putih yang kemudian terlihat tampan dan err.. sexy.
Begitu juga dengan joy yang memakai gaun hitam 1 jengkal di atas lutut dan di
lengkapi jarring-jaring transparan sampai ke mata kaki nya. Dengan rambut
diurai bergelombang sepunggung membuat gadis itu cantik sekali malam itu. Tak mau
kalah, han bi menggunakan gaun celana
warna hitam yang benar-benar memngikuti bentuk tubuhnya. Untuk rambut, han bi
lebih memilih mengikat bulat ke atas dan memperlihatkan lengannya yang putih
dan mulus. Mereka pun makan dengan formal pada malam iu.
“chanyeol-a” suara seseorang wanita menghentikan
tawa 4 sekawan ini yang sedang bercanda di meja makan mereka. Yang di panggil
pun menoleh reflek dan terkejut mendapati wanita itu ada disini.
“oh dara”
“boleh aku ber gabung?”
“ya tentu saja” jawab joy antusias dan tersenyum –joy
satu-satunya yang tak tau masalah han bi dan chanyeol-.
Setelah itu hanya terdengar suara chanyeol, dara,
dan joy yang sedang asik bercanda. Sedangkan baekhyun memilih diam dan melirik
han bi diam-diam untuk memastikan apakah gadis itu baik-baik saja. nyatanya
tidak. Raut wajah han bi berubah 180°.
Special
Setelah selesai makan malam menyenangkan tadi –yang menurut baekhyun dan
hanbi tak nyaman-, mereka kembali ke kamar masing-masing. Di dalam kamar han bi
dan chanyeol.
Chanyeol yang dari tadi sibuk dengan handphone nya
pun berdiri hendak mengganti baju.
“oppa mau kemana?” Tanya han bi mengerutkan dahinya.
“dara ingin bertemu dengan ku” jawab chanyeol masih
fokus dengan handphonenya.
“oppa”
“han bi ya tidurlah duluan jika kau mengantuk aku
akan bawa kartunya”
“oppa”
“han bi aku pergi”
“OPPA!” teriak gadis itu melotot ke arah oppa nya. Oppa
nya yang sudah hendak membuka pintu mengalihkan padangannya kea rah han bi.
“jangan”
“apa?”
“jangan pergi”
“kau ini kenapa han bi?”
“oppa jangan pergi”
“tapi dara memanggilku”
“ya jangan pergi!”
“han bi dengar oppa. kau ini kenapa? Aku tak akan
lama aku hany-“
“aku tak mau sendirian oppa. ini liburan kita. Jangan
menemui orang lain. Temani aku disini”
“kau takut sendirian? Kekamar joy dan baekhyun saja”
“aku tak mau! Aku mau bersamamu!”
“kenapa?!” teriak chanyeol tak tahan. Dara sudah mengiriminya
pesan singkat bertubi-tubi.
“karna aku mencintaimu dan aku ingin bersamamu!!”
ucap han bi lau menangis dan menutup matanya. Tangannya mencengkram kuat
pinggiran kasur dengan kukunya. Karna tak ada respon apa-apa, han bi membuka
matanya dan melihat chanyeol jalan kearahnya dan
Menciumnya.
Mata han bi terbelak kaget. Namun chanyeol malah
semakin memperdalam ciumannya.namun lama-kelamaan, han bi menutup matanya dan
mengalungkan lengannya pada leher chanyeol. Chanyeol pun mendorong han bi untuk
tiduran dikasur. Chanyeol dan han bi yang sudah sama-sama ke habisan pasokan
oksigen pun melepaskan pagutan mereka dan menghirup nafas sebanyak-banyaknya.
“nado saranghae, Park. Han. Bi.” Ucap chanyeol di
telinga han bi dan menghembuskan nafas di daun telinga han bi lalu
menggigitnya. Membuat gadis itu menggelinjang geli. Chanyeol pun mengangkat
kepalanya dan manik matanya bertemu dengan han bi. Seolah meminta ijin lewat
matanya, chanyeol menatap han bi dalam dan berharap han bi peka dengan sinyalnya.
Han bi pun menganggukan kepalanya dan tersenyum penuh arti.
Chanyeol pun membalas senyuman han bi dan berbisik
di telinga han bi “you are special babe”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan kegiatan
yang mereka lakukan selanjutnya tak bisa aku jelaskan disini. :v
Wkwkwk.
Selesailah sudah ff ini. Ini adalah ff ended pertama aku. Maaf yang kecewa
dengan ending nya karna ga jadi ada ‘itu’. Karna yang jelas cerita ini genre
nya g gituan. dan aku juga g mau
nyebarkan dosa jariyah kepada kalian semua wkwkwk. Udah ya. Lop yu.




