It's Over (Chapter 2)

by 21.37.00 0 komentar


Hai chingu~~
maap yak baru update soalnya kan kemaren lebaran jadi ga sempat update *huhu. tapi tenang aja, It's Over sekarang bakal update tiap hari sabtu & mingu jam 4 sore yah~~ alay ah kek program tv. buat hari ini sengaja update cepet karna udah lama g update kan? udah sempe sini aja curcolya. kek cabe aja ngomong mulu 


Chapter 2
Baekhyun POV
“huaaa lelahnya” ucapku setelah 6 jam berturut-turut di ruang studio berlatih vokal. Karna tak ada kegiatan, melihat pemandangan siang lewat jendela kamar boleh juga. Sudah lama sejak kepulangan

ku dari paris aku tak pernah menginjakan kakiku di balkon kamar yang langsung berhadapan ke halaman rumah. Setelah keluar ternyata balkon kamarku baik-baik saja. yah maksudku bersih tak ada debu yang menempel.
Baru saja ingin masuk, aku mendengar suara debum mobil berhenti di perkarangan rumah. Kulihat mobil sport berwarna silver berhenti tepat di depan rumah. Saat ku picingkan (?) mataku, aku melihat baek ji turun dari sana dan menunduk seperti ingin mengatakan sesuatu pada sang pengemudi lewat kaca. Mengucapkan terima kasih atau selamat tinggal mungkin? Karna kaca yang dipakai adalah kaca gelap, aku jadi kurang tau siapa yang ada di dalam.
“ige mwoya?” ucapku bermonolog.
Baek Ji POV
Baru saja masuk rumah, sudah harus di kejutkan.
“YA! Apa yang kau lakukan! Aku bisa saja tak di dunia ini lagi jika saja kau tidak tampan”
“jawab aku. Apa hyo yeon mengganti mobilnya?”
“apa? Tidak. Kenapa kau bertanya?”
“lalu siapa tadi? Namja? Yeoja? Ahjussi? Ahjumma?”
“mwoga? Aaaaah~ mobil tadi? Pemiliknya?” jawab ku sambil berjalan ke sofa ruang tengah dan duduk disana. Sementara oppa hanya mengikutiku dari belakang dan berakhir bersender di dinding dengan melipat kedua tangan seolah-olah tengah mengintrogasiku.
“ye byun nyonim”
“ck. Itu menjijikan. Seolah-olah aku menikah dengan mu”
“memang kenapa jika kau menikah dengan ku? Aku tampan dan berbakat”
“kau itu cantik. Tak pantas untuk menjalin kisah cinta dengan wanita. Bisa-bisa wanitamu malah cemburu, wajahmu lebih cantik darrinya kkk~”
“tertawalah sepuas anda byun baek ji. Sekarang jawab pertanyaanku. Nugujin? Namja? Yeoja?”
“namja” jawabku tanpa ragu. Kkk~ sudah lama aku tak melihat wajah khawatirnya yang menggemaskan.
“mwo! Siapa yang mengijinkanmu pulang dengan seorang namja?” tanyanya. Ahh jika saja aku tak bisa menahan diri, mungkin pipi di wajahmu itu akan lenyap dan di gantikan ruam-tuam merah pada sekitar nya.
“tenang lah oppa. dia namja baik-baik. Dia popular dan sudah punya pacar. Jadi tak mungkin dia ‘menyentuhku’ seperti yang otak mesum mu pikirkan sekarang. Aku lelah. Jangan ganggu aku”
 “ish. Dasar yeoja tak tau dikhawatirkan. baiklah arraseo” ucapnya lalu mengerucutkan bibirnya. Aku pun tersenyum kecil lalu naik -ke atas- ke kamarku.
Buing buing~
Author POV
Dari hari ke hari, hubungan baek ji dan chanyeol pun semakin dekat. Tak terkecuali dengan kegiatan mereka. Akhir-akhir ini, chanyeol banyak menghabiskan waktu sekolah bersama baek ji dari datang sampai pulang, kecuali saat jam makan siang. Tak terasa, benih-benih cinta diantara dua sejoli ini pun tumbuh seiring berjalannya waktu. Namun tetap dengan hubungan yang tak jelas, sepertinya mereka berdua nyaman dengan kondisi itu. Melihat mereka berdua bercanda ria di lorong hingga kelas membuat mereka seperti sepasang kekash. Tapi yang jelas sekarang, chanyeol masih menjalin hubungan dengan wendy.
Nah itu masalahnya.
Hubungan chanyeol dan wendy berbanding terbalik dengan hubungan kedua sejoli tadi. Hubungan mereka semakin tak jelas. Tak ada lagi hang out berdua. Tak ada lagi video call sampai tengah malam. Tak ada lagi pelukan hangat yang membuat tersenyum sendiri saat diingat di kamar. Parahnya, tak ada lagi sebaris kata baru beberapa bulan lalu di ruang obrolan (chat) mereka.
Wendy pun tak bodoh. Dia tau, tau pasti saat chanyeol tak lagi memperhatikannya. Bahkan saat makan siang –satu-satunya waktu chanyeol dan wendy bersama- chanyeol hanya makan dengan terburu-buru. Wendy yang nyatanya friendly dan mudah bergaul, tak taunya hanya gadis polos yang butuh perlindungan. Dia tak suka dengan adegan kekerasan, jadi dia memilih menyelesaikan nya secara baik-baik.
“chan”
“chanyeol”
“park chanyeol”
“park chanyeol lihat aku” tangan wendy mengadah kedepan untuk meraup dagu chanyeol. Otomatis terangkat wajah chanyeol yang tadinya menunduk dan berusaha menghabiskan makanan dengan cepat. Tangan wendy bergetar dan wajahnya pucat. Namun sayang, chanyeol terlalu bodoh untuk menyadari itu.
“chan. Kita ini apa?”
“apa maksudmu. Kita ini sepasang kekasih dan kau tau itu” ucapnya cuek
“ayo kita berpisah”
“apa?”
“kita sudahi saja chan. Kau lebih peduli padanya”
“apa maksudmu?”
“Byun baek ji. Dia lebih baik daripada aku kan?” chanyeol terdiam.
“maafkan aku wen. Aku pikir memang lebih baik kita berpisah” ucap chanyeol di akhir kata lalu pergi keluar kantin.
Buing buing~
she got me gone crazy woo
“bersenandung kecil eoh?” ucap chanyeol mengejutkan baek ji.
“yahh begitulah” ucapnya menyeringai pelan.
“kau tak bersama wendy?” Tanya baek ji pada chanyeol.
“tidak. Aku baru putus dengannya”
“apa? Yang benar saja? kan sudah kubilang jangan terlalu banyak menghabis kan waktu bersamaku! Kalian ber akhir begini kan!”
“tenang lah. Kami putus secara baik-baik. Jadi tak apa-apa”
“apanya yang tidak apa-apa! Apa aku orang ketiga danatara kalian?”
“tentu tidak nyonya byun. Kau lucu sekali”
“mengapa kau tak sedih? Maksudku penyesalan”
“yahh namanya memang tak ber jodoh mau apa”
“sudahlah pergi sana. Aku harus menyelesaikan tulisanku”
“tak mau tak mau”
“ish”
ige mwoya?
eodiseo eodiseo?
wajahnya pucat sekali
sudah tau sakit masih saja memaksakan diri
aku lihat dia menangis setelah di tinggal chanyeol di kantin
baek ji benar-benar murahan sudah tau chanyeol punya pacar masa deket-deket. Gatel banget
sepertinya mereka putus
dasar penganggu tak tau diri. Dia memang cantik, tapi jangan menggoda namja lain
apa? Wendy dan chanyeol putus? Tapi aku rasa baek ji dan chanyeol lebih cocok
aku muak melihat wendy terus-terusan pamer mesra di hadapan publik dengan chanyeol. Lihat baek ji, ia bahkan bahagia tanpa harus pamer
aku tak tau. Mereka berdua benar-benar cantik. Aku rasa semuanya cocok untuk chanyeol
Desas-desus siswa terdengar jelas di lorong. Bahkan chanyeol dan baek ji sendiri mendengar apa yang mereka omongkan. Membuat atmosfer tidak nyaman tumbuh dan berkepul di tengah-tengah mereka. Sontak chanyeol berdiri dan melihat apa yang terjadi. Baek ji pun ikut dan melihat.
Oh tidak. Wendy pingsan. Dan parahnya mengapa harus di bawa ke rumah sakit?
Buing buing~
2 minggu berlalu dengan cepat. Di kabarkannya wendy meninggal karena mengidap kanker ovarium  -yang selama 2 minggu juga pihak dari wendy tak memberi kabar- membuat sekolah heboh. Tak terkecuali chanyeol dan baek ji. Chanyeol langsung pindah tempat duduk –yang awal di samping baek ji- pindah ke tempat yang jauh dari tempat duduk baek ji. Chanyeol menjadi dingin dan perlahan-lahan menjauh.
Chanyeol POV
Apa ini? Undangan pemakaman? Tadi pagi. Baru saja ingin keluar, aku menemukan undangan pemakaman di depan pintu rumah. Dan membuatku makin terkejut adalah.
Atas nama ‘Son Wendy’
Sungguh. Ini bukan son wendy yang ku kenal kan?
Inilain son wendy.
Oh sial. Bahkan fotonya sama.
Aku hanya bisa terduduk di lantai dan menangis sambil merutuki diriku sendiri.
harusnya kau yang ada di detik-detik terakhir!’

‘kau masih punya banyak waktu bersama baek ji. Namun kenapa malah menyia-nyiakan wendy?’
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC

gimana?? alur nya g jelas ya? yah gini lah author mengecewakan. maklumin lah author masih baru soalnya.

Han_Bi_Chanchan~

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Hanya wanita yang membunuh waktu di saat liburan dengan menuliskan sebuh cerita abal. Mohon tinggalkan komentar ☺☺ Khamsamida~