by
07.39.00
0
komentar
baekhyun
byun baekhyun
Chanyeol
chanyeolff
chaptered
fanfiction
hyoyeon
hyunsik
kim hyoyeon
park chanyeol
romance
sad
ini pos kedua author >< mohon tinggalkan sesuatu di kolom komentar ay. hargai kerja keras author bikin cerita sama cover nya :( yang terakhir NO COPAST AND SILENT READERS!!!
Chapter
1
Rintik hujan pertama di sertai bunyi nya menjadi fokus utama para siswa di kelas. Sama dengan halnya gadis yang kini terduduk di samping jendela kelas tepat menghadap ke lapangan voli dan bulu tangkis.
Gadis itu memalingkan wajahnya kearah seorang namja yang sedang menyanyi menggunakan gitar. Suaranya merdu, mungkin setanding dengan Byun Baek Ji. Suara gadis itu menurun dari oppa nya. Siapa yang tak kenal oppanya? Byun Baekhyun.laki-laki yang telah memiliki 11 piala karna kemampuan bernyanyi sampai pada ajang internasional. 3 tahun lalu, oppanya juga bersekolah di sana. Baek ji dan oppa nya benar-benar mirip ditambah dengan nama yang hampir sama. Pantas saja semua orang tau mereka kakak beradik.
“mengapa memangnya kalau di jemput oppa mu lagi?” Tanya teman sebangkunya. Kim Hyo Yeon.
“kau pulang lebih awal kemarin. Kemarin oppa ku
datang. Kau tau apa yang terjadi selanjutnya? Yeoja-yeoja genit itu
mengerubungi oppaku lalu mendorongku sampai terjungkal kebelakang. Benar-benar
menyebalkan” jelas gadis itu kembali fokus pada buku novelnya.
“ yahhh.. tadi, yeoja genit itu juga
memperbincangkan hal yang tak penting, kau tau. Mereka mempertanyakan suara mu”
jawab Hyo Yeon membuka bekal kotak makan siang baek ji yang dia ambil di tas
milik baek ji tentunya.
“kau tau aku tak peduli. Lagi pul- YA!! Ini belum
makan siang bisa-bisanya kau mengambil makan siang ku!”
“aku lapar, biarkan aku makan sedikit eo?
Buing-buing~”
“tidak! Cepat kembalikan! Kau makan sedikit sama
seperti aku makan sekotak! Kau akan menghabiskannya”
“huh pelit”
“pelit? Baiklah karna aku pelit kau tak akan makan
ini nanti siang”
“tidak-tidak. Aku hanya bercanda byun nyonya-nim”
“persediaan kotak makan siangku tak sebercanda itu”
dengus gadis itu mengakhiri perdebatan diantara mereka.
‘Buing buing~’
Park Chanyeol. Siapa yang tak kenal dia di sekolah? Oh tak ada. semua mengenalnya. Lelaki jangkung tinggi, bertelinga dobi, tampan, easy going, bisa memainkan alat musik apa saja, pintar, kaya raya, ketua kelas, kapten basket dan ah banyak sekali kelebihanya. Jika kalian bilang pesonanya belum cukup untuk dikenal sesantreo sekolah, memang benar. Ada yang lebih kuat, membuat dia dikenal lebih banyak siswa. Dia. Pacarnya. Son. Wendy. Yeoja cantik, friendly, famous, tomboy, tubuh ideal, pintar dan kaya raya. Membuat mereka adalah sebuah pasangan sempurna. Tapi, bukankah tak ada di dunia ini yang sempurna. Pasangan itu saling melengkapi. Tidak berdampingan. Untuk apa Son Wendy untuk Park Chanyeol jika keduanya sudah kaya raya? Untuk apa Park Chanyeol untuk Son Wendy jika keduanya sudah duduk di posisi ranking 1 dan 2. Hanya mereka yang berbalapan di posisi itu. Entah Park Chanyeol yang di Ranking 1, atau Son Wendy, tak ada yang mampu merebutnya.
Chanyeol POV
“sing for you..” ucap ku menghentikan nyanyianku. Entah mengapa aku merasa seseorang tengah menatapku dari jauh. Aku pun mengedarkan pandangan ku dan AHA! Dia lagi dia lagi. Kkk~ saat tertangkap basah olehku, seperti yeoja pada umumnya, mengalihkan pandangannya kelain dengan rona merah di pipinya. Akhir-akhir ini dia selalu saja tertangkap basah sedang manatapku. aku akui aku tampan tapi sungguh aku agak aneh melihatnya. Kadang dia mentap ku dengan tersenyum namun kadang dia menatap ku dengan mulut sedikit ternganga? Oh entahlah, aku tak berpikir ia menyukaiku. Tapi lebih berpikir mungkin dia ingin memangsaku? Kkk~ habis dia selalu saja menatapku dengan tatapan lapar.
Byun Baek Ji. Adik dari Byun Baekhyun, alumni terkenal dari sekolahku juga. Dia sangat cantik dan anggun. Melebihi wendy mungkin? Oh ayolah sadar Park chanyeol. Tapi sayangnya dia begitu tertutup. Tak banyak teman ada didekatnya. Tak pernah kekantin atau pun kulihat bersenda gurau di depan papan tulis, dimana biasanya yeoja di kelasku banyak mengobrol disana saat jam sedang kosong.
Entahlah apa yang kupikirkan saat ini. Kaki ku berdiri dan melangkah ke tempat dimana baek ji duduk dan tengah fokus pada novelnya. Meninggalkan temanku yang sedang membahas siapa yang paling cantik di kelas. Aku tak tau apakah baek ji memang fokus pada novelnya, tapi jika kau lihat pun, ia seperti sedang meruntuki dirinya mungkin?
“ehm boleh aku duduk di sini?” tanyaku setelah sampai di depan ia duduk. Reaksi pertamanya meleset jauh dari perkiraan ku. Aku kira ia akan terkejut dan tersenyum menyuruhku duduk. Namun saat ini ia lakukan adalah terdiam, mengangkat kepalanya takut-takut lalu mengatakan..
“Park chanyeol ssi?” hey apa kau rabun dekat? Masa
begitu saja kau masih bertanya?
“ya begitulah” jawabku tersenyum kikuk.
“ehm ya duduklah tak ada yang melarang mu” baiklah
sekarang aku duduk didepannya dan kita saling berpandangan. Setidaknya tak ada
wendy disini. Ini pertama kalinya aku bersyukur memiliki pacar berbeda kelas.
Hening beberapa saat. Saat aku ingin membuka suara..
“lalu apa yang ingin kau lakukan disini?” tanyanya
kikuk.
“ehm tak ada. hanya mengunjungi teman sekelasku yang
sepertinya jarang sekali bergaul dan hanya berkencan dengan buku novel” jawab
ku bercanda. Setelah itu, atmosfir sialan itu langsung hilang.
Pembicaraan kami mengalir lancar seperti teman lama pada umumnya.
Pembicaraan kami mengalir lancar seperti teman lama pada umumnya.
“kau yang kedua”
“apanya?”
“mengajak ku berbicara selain hyo yeon”
“yang lain tak ada yang berbicara padamu?”
“ada. hanya saja, jawaban mereka bisa di tanggapi
dengan senyuman bodohku atau anggukan dan gelengan” ucapnya terkekeh sendiri.
“kau yang kedua membuatku berbicara” lanjutnya.
“lalu kenapa tak membaur dengan yang lain? Aku lihat
saat jam kosong kau hanya membaca dan mengobrol dengan hyo yeon”
“entahlah” jawabnya memalingkan pandangan ke depan
pintu kelas.
“kau.. bisa bernyanyi?” ucapku ragu. Hanya saja aku
takut jika pertanyaanya tak mengenakkan. Seperti yang kudengar dari beberapa
yeoja teman wendy, saat ditanya ia hanya menggeleng dan tersenyum bodoh.
“bisa” ucapannya membuatku terkejut. Lagi-lagi jauh
reaksnya dari apa yang aku pikirkan barusan.
“bisa aku mendengarnya?” lalu kemudian
celingak-celinguk seperti sedang mencari ‘sesuatu’
“ya baiklah. Setidaknya hanya kita berdua di barisan
ini” ucapnya tersenyum. Aku memperhatikan sekitar. Benar juga. Hanya kami
berdua disini.
“lagu apa yang kau suka?” Tanya ku.
“kau bisa memainkan lagu apa?”
“apa saja”
“starlight
dari taeyeon?”
“yeah aku tau. Aku juga suka lagu itu. Feat dean
kan? Aku akan menyanyikan bagian dean” setelah itu aku bersiap dengan gitar ku
lalu menunggu ia mulai.
“love is
amazing..” mulainya. Ehm aku baru tau jika suaranya semerdu kakaknya.
Benar-benar merdu. Aku rasa dia cocok feat dengan taeyeon. Kkk~
“You are my starlight
nae mameul bichwo
hamkke isseumyeon onjongil kkumkkuneun gibun
You are my starlight cham haengbokhaejyeo
seonmul gata neoran sarang”
hamkke isseumyeon onjongil kkumkkuneun gibun
You are my starlight cham haengbokhaejyeo
seonmul gata neoran sarang”
SKIP
“you are my starlight”
“ouh~ ma baby,
baby. Ehmm”
“kau tau suaramu bagus”pujinya.
“hm ya terima kasih. Aku rasa kau bisa menjadi
seperti kakakmu. Kenapa tak mencoba?”
“apa? Penyanyi? Oh tidak-tidak. Aku tak suka jika
orang lain membicarakanku” dia pun tertawa. Ya tawanya sungguh manis.
“apakah aku orang ketiga?”
“hah?”
“yang melihat tawa manis mu setelah keluarga dan hyo
yeon” sontak dia terdiam. Lalu tersenyum,
“ya begitulah”
“aku ingin jadi yang pertama” ucapku tanpa sadar.
Ayolah park chanyeol?! Apa-apaan kau ini?
Kulihat dia mengerutkan dahinya dan menautkan alis.
Kulihat dia mengerutkan dahinya dan menautkan alis.
“entahlah apapun yang tak pernah orang liat sebelumnya darimu” lanjutku.
“hmm ya akan ku cari nanti dan kupastikan kau yang
pertama melihatnya” dia terkekeh pelan. Ugh mungkin kali ini aku tak bisa
berpikir lebih benar. Dia sangat cantik. Maksudku kekehan kecilnya mampu
membuat jantung ini berdisko didalam sana.
“kau tak makan siang chanyeol ssi? Ini sudah jam makan siang” tanyanya. Entah mengapa aku sedikit terganggu dengan embel-embel ‘ssi’ dibelakangnya.
“kau tak makan siang chanyeol ssi? Ini sudah jam makan siang” tanyanya. Entah mengapa aku sedikit terganggu dengan embel-embel ‘ssi’ dibelakangnya.
“kkk~ kau terlalu formal. Panggil nama banmal ku
saja” ucapku lalu mendekatkan wajahku kearahnya. Yah sedikit salam perpisahan
dengan melihat rona merah dipipinya. Yang kutunggu muncul. Sontak saja dia
memundurkan kepalanya.
“kau tau? Son wendy telah menunggumu di depan pintu
kelas dengan tatapan singa. Lagi pula kau harus tanggung jawab jika nanti aku
di cap sebagai orang ketiga dalam hubungan kalian” ucapannya membuatku
terkejut. Kualihkan pandangannya ke pintu kelas. Benar saja. sudah ada wendy
disana melipat tangan di dada dan bersender di dinding. Aku hanya bisa meneguk
ludah lalu tersenyum bodoh.
“tenang saja. dia bukan orang seperti itu. Dia akan
menanyakan lebih jelas padaku” jawabku setelah kembali menatap mata baek ji.
“aku pergi ya” karna tak tahan, yah dorongan
menggoda wendy juga sih. Aku pun mengacak rambut baek ji lalu pergi menghampiri
wendy.
Baek Ji POV
“aku pergi ya” ucapnya lalu mengacak rambutku. Hey! Wendy tengah menatapnya dengan pandangan kematian, dan dia masih sempat mengacak rambutku? Sungguh! Menyebalkan!
Setelah sendirian dikelas. Aku pun membuka kotak bekal siangku. Hari ini aku bisa makan sepuasnya lantaran hyo yeon bilang dia akan makan dengan teman satu gengnya. Biasalah kalo di traktir mah, Hyo yeon mau aja. Syukur deh kalo gitu~ satu kotak bulgogi, aku akan menikmati mu~ tak lupa aku mengeluarkan laptop ku lalu melanjutkan menulis. Aku suka mengarang. Tapi tak pernah ku publish. Karangan yang aku suka adalah beberapa karangan film sad ending yang ku rombak lagi menjadi akhir berbeda. Yah walau pun menonton nya sambil nangis tersedu-sedu tak akan mengubah alur ceritanya, setidaknya setelah selesai menangis aku berjalan ke laptop ku dan mengubah alur cerita dengan akhir berbeda. Baru saja 3 daging aku makan, seseorang sudah mengambil makananku. Tanpa menoleh padanya pun aku sudah tau.
“ya! Apa makananm belum cukup? Setidaknya kau minta lebih hyo jika kau akan berakhir dengan menghabiskan makanan ku juga”
“hah?” dugaan ku salah. Ini suara laki-laki. Aku pun
menolehkan wajahku dan terkejut melihat dia ‘lagi’ dengan senyum bodohnya.
“YA! PARK CHANYEOL! UANG SAKUMU KAN BANYAK. MASA
BELI BULGOGI SAJA KAU TAK BISA?” baiklah untung sepi. Lagi-lagi hanya kami
berdua. Setidaknya tak apa-apa bukan memperlihatkan sisi lainku padanya?
Bukannya menjawab malah menyender di meja dengan sebelah tangan kanannya
menumpu pada kepalanya dan berkata
“enak” APA KAU MAU MATI?!
“yayaya aku tau. Dan sekarang jawab mengapa kau
mengambil makananku”
“ternyata kau cerewet dan.. pelit juga” ASDFGHJKL.
“sungguh park chanyeol! Apa kau tak bisa membelinya?
Sungguh aku takut kalau harus di bully dengan teman segenk wendy jika dia
melihat kita. Kau taukan hanya kita berdua disini?”
“tak akan. Kita kan tak memiliki hubungan apa-apa” DEG!.
Ehm mungkin perkataannya sedikit menusuk didadaku.
Chanyeol POV
“tak akan. Kita kan tak memiliki hubungan apa-apa” sontak dia terdiam tak menjawab juga. Engg mungkin jawabanku salah.
“ah maksudku kita itu teman. Tak ada hubungan khusus
kan?” ralatku.
“ah ya teman” ucapnya lalu tersenyum kikuk dan
kembali mengetik di laptopnya. Menyadari atsmosfir tak mengenakan terjadi di
sini aku pun mengalihkan pembicaraan.
“kau menulis juga rupanya” tanpa persetujuaannya aku
menarik laptopnya sedikit ke kanan untuk membaca tulisannya.
“HEY YA!” ucapnya mendengus dan menatapku sebal. Aku
hanya terkekeh kecil lalu lanjut fokus pada cerita yang dia buat.
‘Golden
sky’
judulnya bagus. Memang masih setengah jadi sih, tapi cukup bagus tata bahasanya
untuk pengarang seumur anak sma. Ceritanya yah ga pasaran amat juga. Cuman
seperti seorang chaebol dan anak petani yang sukses. Mereka berdua menyukai
namja chaebol. Sebenarnya si yeoja chaebol ini di jodohkan dengannya entah
kenapa saat ditanya sobatnya si namja ini mau pilih siapa dia milih si anak
petani, namja chaebol ini nam- WHAT THE HELL?!
“huh? Siapa yang mengijinkanmu memasukan namaku
dalam tokoh cerita?” tanyaku sebal.
“kenapa memangnya? Kau tampan, postur tubuh tegak,
tubuh ideal namja. Kau bagus untuk tokoh cerita ini” jawabnya polos.
“apa korsel kekurangan model? Atau.. kau menyukaiku
makanya memasukan namaku dan berhayal tentang cerita ini?” tanyaku dengan
smirk. Hahaha benar saja, wajahnya merah seperti kepiting rebus.
“jangan berhayal tuan Park!” ucapnya lalu menarik laptopnya.
Mengganti nama sang namja chaebol dengan model dan actor yang lagi boming bulan
ini ‘ahn jae hyun’ menggunakan replace.
‘Buing buing~’
Author POV
Hujan sudah reda. Gadis itu -yang sedang duduk di halte bis- yang telah melewatkan banyak bis tersenyum bahagia. Berdiri dan melangkah riang sambil bersenandung cukup menggambarkan bahwa sedang ada hal baik terjadi dengannya.
“ya byun baek ji!” teriak seseorang disertai klakson
mobil yang membuat gadis itu terkkejut dan menoleh pada sisi jalan yang
terdapat sebuah mobil sport silver.
“chanyeol ssi?”
“eii aku bilangkan panggil nama banmal ku saja”
“ngapain kau disini?” jawab gadis itu mengabaikan
perkataan chanyeol.
“ayo masuk. Aku antarkan kau pulang” kemudian gadis
itu celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu.
“kau tak bersama yeoja chingu mu?”
“tidak dia memakai mobil sendiri”
“ehm aku bisa pulang sendiri”
“masuk saja. Sebelum aku menggendongmu dan
mengikatmu dengan sabuk pengaman” ancamnya di sertai kekehan kecil.
‘bahkan
kekehannya pun tampan’ pikir gadis itu. Gadis itu pun membayangkan apa yang
terjadi jika chanyeol melakuan itu.ngeri juga sih melihat banyak pasang mata
disini.
“mau aku gendong beneran?”
“tidak-tidak. Baiklah aku masuk”
kependekan??
kepanjangan??
kecepetan?
maklum lah ya baru pertama kali buat ff jadi tolong di maklumin ><


0 komentar:
Posting Komentar