by
21.41.00
0
komentar
baekhyun
byun baekhyun
Chanyeol
chanyeolff
chen
family
fanfiction
joy
kim jong dae
kim min seok
oneshoot
park chanyeol
park joy
romance
twoshoot
xiumin
yeri
Cast:
-
Park Chanyeol
-
Park Han Bi(oc)
-
Byun Baekhyun
-
Park Joy
Genre: romance, family, friendship
Rating: 15+
aku bosen :( nunggu esok jam 4 itu lama, jadi aku bkin ini untuk selingan. semoga suka yak. sip. langsung aja.
Special
“namja gila! Salahkan saja dirimu sendiri susah
sekali di bangunkan! Kalau kau bangun dari tadi cucian piring akan cepat
selesai!”
“huh dasar cerewet. Masuk saja ke mobil sekarang
kenapa sih?!”
“Ya! namja gila awas kalau ngebut lagi. Sekalian
saja ku tendang dashboard mobil mu!”
Park Chanyeol dan Park Han Bi. Mereka tinggal satu
apartemen di daerah elit. Dua-duanya memilih memisah dari orang tua karna ingin
hidup mandiri. Tapi ternyata mereka malah disatukan dalam satu apartemen.
Terang saja, tiap pagi ada keributan. Berjauhan kamar saja mereka biasa
berperang mulut dari kamar ke kamar, apalagi satu apartemen. Tapi jangan salah,
sebenarnya mereka adalah saudara kompak yang saling melindungi dan
mengkhawatirkan satu sama lain. Chanyeol dan han bi itu berbeda satu tahun.
Mereka juga satu SMA. Tahun ini chanyeol kelas 2 sedangkan han bi kelas 1.
“ya turunlah gadis siput kita sudah sampai”
“aku masuk duluan namja tengik”
“ya sudah masuk sana apa peduliku”
“namanya juga tengik. Sabar han bi.. sabar”
“hei! Aku ingat, pagi hari ini sampai sekarang kau
tak memanggil ku oppa! kau mau tidak diberi uang bulanan oleh eomma??” ucap
chanyeol menaikan sebelah alisnya. Sambil tersenyum menggoda hanbi, ia
mendekatkan wajahnya kearah yeoja itu yang disusul semburat merah pada pipi
sang gadis.
“yy-ya! Apa-apaan kau! Jauhkan wajahmu dari
wajahku!” ucap han bi lalu mulai berjalan cepat. Oh yang benar saja, kaki
panjang chanyeol pasti dapat menyusulya.
“jangan marah gitu dong gadis manisku.. uuu
manisnya” ucap chanyeol lalu melesat ke dalam gedung sekolah meninggalkan han
bi yang wajahnya seperti kepiting rebus.
Han Bi POV
Ayolah sadar!! Dia itu kakakmu! Entah beberapa akhir
ini aku rada aneh. Aku suka marah liat oppa deket yeoja lain, nyeri saat oppa
mengatakan wendy –teman sekelasku- cantik dan kadang terlalu berlebihan
blushing saat oppa menggodaku. Saat masih smp, aku tak pernah seperti ini.
Degub jantungku berkali-kali lipat saat aku berada dekat dengan oppa. aku pikir
aku..
Jatuh hati mungkin?
Ah jangan gila. Tidak-tidak,tak mungkin aku menyukai
lelaki tengik itu.
“han bi ssi?” panggil suara seseorang membuyarkan semua
lamunanku. Ku arahkan pandangan ku mencari sumber suara. Dan ternyata yang
memanggilku…
Oh my god.
Kim jongdae a.k.a. chen.
Huaaa dia ketua kelasku. Banyak wanita yang
mmengidamkannya karena ketampanan, suara dan otaknya. Dompetnya juga kali ya.
Tapi demi apa dia plis nyapa orang kek aku?
“ya?” dasar gila kau han bi. Hanya itu yang dapat
kau keluarkan dari mulutmu?
“aku duduk disini ya? Yeri lagi sama xiumin. Males
ah jadi obat nyamuk” ucapnya di lengkapi cengirannya.
Ohh chenn jangan seperti itu aku tak kuaat~
Eh btw xiumin itu sahabat chen. Yeri itu duduk tepat
disebelah ku. Jadi ga salah sih chen ketempat duduk ku.
“ya duduk saja. Tak ada yang melarang”
“mana Irene? Aku tak melihatnya?” tanyaku canggung.
Sebenarnya hanya karna hening beberapa saat tadi.
“ke toilet. Eh ngapain sih dia ke toilet barengan?
Beempat lagi” ucapnya tertawa kecil.
“benerin make up. Anak gaul dia mah”
“kamu ga benerin juga?”
“aku ga suka pake make up sih kesekolah”
“jadi ini cantiknya alami?” WHAT THE FUCK?! Cantik?!
Tapi kok biasa aja ya? Ga ada yang berdetak lebih keras gitu kayak waktu
chanyeol oppa bilang aku cantik.
“ya hehe gitu deh”
“aku balik ya? Keknya xiumin sama yeri sudah selesai
kkk~ senang bisa bicara denganmu” ucapnya tersenyum manis. Aku hanya
menjawabnya dengan anggukan dan senyuman kecil.
Special
“ya oppa! aku bilang aku pulang dengan bus saja!”
“kau ini kenapa sih cerewet sekali? Ikut saja! kau
hanya membuang uang jika naik bus”
“ihh sesaeng fans mu itu menyebalkan. Mereka pernah
hampir mencelakaiku!”
“ya karna itu aku tak mau kau pulang sendirian!”
teriak chanyeol membuat hanbi kaget. Ia tak menyangka chanyeol akan semarah
ini.
Namun 3 detik kemudian badan chanyeol maju dan
memeluk badan hanbi hangat.
“aku tak mau kehilangan mu han bi. Tolong menurut saja”
ucap chanyeol lembut ditelinga hanbi.
Nafas hangat chanyeol menerpa daun
telinga han bi dan membuat gadis itu menggeridik. Detak jantung gadis itu
benar-benar di luar kendali. Sekarang dia tau.
Hatinya memang benar-benar terpikat oleh chanyeol.
“masuklah ke mobil” ucap chanyeol melepaskan
pelukannya dan menggiring han bi masuk kedalam mobil.
Special
“masuklah ke mobil” ucapku lalu membawanya ke mobil
dan mendudukan nya di samping kursi kemudi. Wajahnya jelas masih syok saat aku
bentak tadi. Ya tuhan maaf kan aku. Aku hanya kesal. Beraninya chen tengik itu
mendekati adikku. Hei aku ber hak marah buka? Dia itu adikku. Oh baiklah
Aku menyukainya.
Entah sejak kapan, tapi ini gila. Aku takut, takut
sakali. Bagaimana jika han bi tau? Apakah ia akan pindah? Satu apartemen
membuat ku senang sekali. Kami seperti pasangan menikah kk~ aku rela di marahi
dan di maki oleh yeoja itu.
Tapi yang jelas,
Perasaan ini tak boleh terlanjut.
Aku yang akan menghentikannya.
Tapi bagaimana?? Melihat han bi bersama namja lain
saja membuat hatiku perih bukan main.
“oppa. kau masih marah padaku?” Tanya han bi lembut
menarik jaket ku. Tidak sayang. Tak mungkin aku marah padamu.
“tidak. Maaf aku membentakmu tadi”
“hmm”
Setelah berapa menit akhirnya kami sampai ke gedung
apartemen. Aku pun turun. Melihat han bi masih berdiam diri di dalam mobil,
membuatku bingung. Dia kenapa? Kulangkahkan kakiku ke pintu mobilnya lalu ku
ketuk kacanya
“hei ayo kita sudah sampai”
Tak ada respon.
Kubuka pintu mobilnya dan kubuka sabuk pengamannya.
“han bi ayo turun”
Dia pun berdiri keluar dan memelukku. Jantungku
berdebar-debar tak jelas lagi.
“oppa kau tak marah padaku kan? Kumohon jangan marah
padaku.”
Han bi tak bisa di bentak.
Kata itu langsung terlintas di kepalaku. Aku lupa.
“iya sayang aku tak marah padamu” ucapku lalu
mengecup puncak kepalanya. Wajahnya langsung blushing parah. Kkk~ aku suka
sekali menggodanya.
Dia pun menatapku sebal lalu langsung pergi masuk ke
gedung apartemen. Satu yang ku tau sekarang.
Han bi sudah kembali.
Special
4 minggu sudah kejadian itu berlalu. Aku dan oppa
kembali seperti biasa. Bertengkar seharian, mengusili satu sama lain namun oppa
tak pernah lagi membentakku.
Setelah puas membaca novel di perpustakaan, aku
merasa bosan. Apa yang aku lakukan ya? Joy juga lagi latihan eskulnya. Huh aku
bosan.
“ya park han bi!” panggil seseorang membuat ku
menengok. Ah itu sahabat chanyeol. Byun baekhyun.
“ne oppa? waeyo?” aku sudah biasa memanggilnya oppa.
karna yahh baekhyun oppa juga suka datang ke apartemen sekedar menghabiskan
waktu memainkan ps di kamar chanyeol. Oh ya aku sudah naik kelas 2 sma.
Sedangkan chanyeol dan baekhyun kelas 3 sma.
Selama satu tahun aku juga masih menyukai oppa ku
sendiri.
Tapi aku tak pernah mendengar chanyeol oppa
mempunyai kisah asmara di sma. Gitu-gitu oppa juga terkenal di kalangan yeoja
angkatan ku dan angkatan hobae ku. Adik nya sendiri saja menyukainya apalagi
yeoja-yeoja di sekolah kkk~
“kau lihat joy?”
“ahhh aku tau kau pdkt dengannya kan kk~”
“enak saja pdkt. Kami sudah pacaran tau wee~ lalu
kau kapan menyusul? Chanyeol dobi itu juga terlalu hambar. Tak pernah dekat
dengan seorang yeoja. Padahal berapa kali sudah tawaran kencan yang ia dapat?”
“kalian sudah pacaran? Eish yeoja itu bahkan tak
cerita padaku”
“tapi kau tau dimana joy tidak?”
“sedang latihan eskul”
“ah gomawo aku pergi” ucap baekhyun oppa melambaikan
tangannya.
“oppa chakkaman!”
“waeyo?”
“chanyeol oppa eodiya?”
“atap sekolah. Sudah ya aku pergi”
Special
Setelah berbicara dengan baekhyun oppa, lebih baik
aku menggangu chanyeol oppa di atap sekolah saja kkk~
Setelah menaiki beberapa anak tangga. Gak
beberapa sih, banyak banget bok! Cape eyke. Aku pun membuka pintu atap
sekolah perlahan-lahan. Baru beberapa langkah, aku melihat seorang namja tinggi
yang ku yakini oppa ku dan seorang yeoja cantik yang sepertinya..
Sandara sunbae?
Hatiku perih seketika. Sedang apa oppa berdua dengan
dara sunbae?
“chanyeol-a”
“wae?”
“saranghae”
ucap dara sunbae malu-malu.
“mengapa
disini? Kau mengpa disini dan bilang kata itu padaku? Kau kan tau aku tak
pernah menerima ajakan kencan”chanyeol oppa sudah
hendak pergi, namun dara sunbae menariknya lalu,
Mencium bibirnya.
Mencium bibir oppa.
Hatiku sakit. Air mataku sudah turun ke pipiku. Hati
ku menolak, tapi otakku benar-benar keras kepala! Aku mematung dan menatap
pemandangan sialan ini.
“chan
kumohon”
Oppa!
tolak dia! Hati ku berteriak-teriak. Namun bibirku tercekat
dan tertutup rapat.
Tiba-tiba chanyeol oppa memajukan tubuhnya dan
Mencium bibir dara sunbae.
Hatiku hancur seketika. Aku pun berjalan
terseok-seok kearah tangga sambil menangis. Sangking banyak nya air mataku aku
tak dapat melihat apa-apa dan oleng. Aku pun terjatuh dan kepalaku terhantup
lantai tangga yang keras. Aku merasakan kepalaku sakit sekali.
Lalu gelap.
Chanyeol POV
“hahh” helaan napasku mengepul. Dingin sekali cuaca
hari ini. Sebenarnya aku keatap ingin menenangkan diri, tapi pikiran ku teralih
ke han bi.
Apa aku panggil saja dia ya?
Aku pun mengeluarkan telpon genggam ku dan berniat
melpon hanbi.
“chanyeol-a” panggil sebuah suara tepat di
belakangku. Kulihat ternyata sandarac.
“wae?” jawabku dingin.
“saranghae” ucapnya malu-malu. Menjijikan. Yeoja
yang benar-benar melindungi image nya. Aku membenci gadis seperti itu.
“mengapa disini? Kau mengpa disini dan bilang kata
itu padaku? Kau kan tau aku tak pernah menerima ajakan kencan” jawabku dingin.
Ku balikan tubuhku ingin menjauh darinya dan menelpon han bi, namun ia menarik
tanganku dan..
Mencium bibirku.
Ingin rasanya aku marah. Namun dia memelas. Ah
menyebalkan.
“chan kumohon” ucapnya memegang tanganku. Kepalaku
menemukan sebuah ide.
Bisakah?
Bisakah yeoja ini menghentikan perasaan ku pada han bi?
Kalimat itu muncul di benakku. Sungguh. Hanya ingin
ingin agar han bi tak terluka. Aku tak mau tali persodaraan ku dan hanbi putus
hanya karna perasaanku.
Dengan ragu, ku majukan tubuhku dan meraih tengkuk
yeoja itu dan
Menciumnya.
Sungguh hatiku menolak untuk melakukan ini namun ini
demi han bi.
Setelah melepaskan ciuman kami –yang hanya saling
nempel menempel- aku pun berkata
“saranghae chagia” ucap ku tersenyum di paksakan.
Dara pun tersenyum lebar dan memelukku erat.
“ya! Bisanya kau masih bermesraan di sini! Sementara
han bi sakit-sakitan!” teriakan baekhyun membuat ku dan dara kaget seketika.
“dimana dia?” ucapku panik.
“cih. Tenang saja tuan park. Kau baru saja
ketinggalan ambulan” tatapnya remeh.
“kau ini kenapa sih? Dimana dia?” ucapku lalu
menarik kerah baju baekhyun.
“dasar tak tau malu!” ucapnya lalu menonjok pipiku.
Aku pun terjungkal ke bawah dan dara membantuku berdiri.
“gokman hospital. Aku memberitau mu karna ku pikir
hanbi lebih penting dari pada wanita jalang ini” ucapnya menunjuk dara. Masa
bodohlah yang terjadi dengan dara, aku langsung lari ke parkiran dan
mengandarai mobil ku dengan cepat.
Special
Chanyeol langsung menerobos masuk ke rumah sakit dan
langsung ke meja respsionis dengan mata merah.
“Park Han Bi”
“ruang G3B lurus belok kanan lurus lagi belok kiri
itu daerah G3” ucap sang resepsionis.
“terima kasih” ucap chanyeol. Ia pun lari ketempat
yang dituju dan sudah ada baekhyun –lagi- bersama joy duduk di depan pintu
menundukan kepala. Baekhyun mengangkat kepalanya dan melihat chanyeol.
“bahkan aku lebih cepat darimu dobi” ucapnya remeh.
“awas aku ingin bertemu hanbi”
“sabar tuan park. Han bi tak bisa di ganggu saat
ini. Sambil menunggu, aku ingin bicara dengan mu. Chagia~ bisa kau tinggalkan
aku dan chanyeol berdua?”
“hmm baiklah.. aku di café rumah sakit kalau kau
sudah selesai” jawab joy. Masih dengan menundukan kepala, joy berjalan keluar
daerah G3.
“hei bro duduklah” ucap baekhyun menepuk-nepuk pelan
bagian bangku tersisa untuk diduduki. Chanyeol pun duduk dan menundukan kepala
layaknya seorang anak kecil yang akan di hajar habis-habisan.
“maafkan aku memukulmu tadi. Aku tak sengaja. Aku
terlalu emosi”
“kau tau kan aku pernah menyatakan perasaanku pada
adikmu? Satelah dia tolak, aku malah menganggapnya adik sendiri” ucap baekhun
di selingi tawa kecil.
“mengapa membahasnya? Padahal kau sendiri yang
bilang jangan di bahas lagi.” Tanya chanyeol bingung.
“aku berbicara saat sebelum dia jatuh ditangga. Dia member
taukan ku apa alasannya menolakku”
Flashback.
“atap
sekolah. Sudah ya aku pergi” ucap baekhyun melambaikan tangan nya.
“ehm
oppa! bisakah kita bicara sebentar? Aku ingin bertanya dengan mu”
“ehm
baiklah. Aku menemui joy kau tunggulah di kantin”
“ne
oppa gomawo” ucap han bi tersenyum manis. Senyum yang sampai sekarang mampu
membuat baekhyun gelabakan.
6
minutes
“han
bi ya!”
“ah
oppa? sudah?”
“ya
joy sedang pemanasan tadi”
“ehm
oppa boleh aku Tanya sesuatu? Tapi sebelum itu akan memberitau sesuatu. Oppa ingat
saat oppa menyatakan perasaan oppa padaku?”
“eiii
aku bilang jangan diungkit membuat malu saja”
“oppa
mau tau kenapa aku menolakmu oppa? aku menyukai orang lain”
“nugu
ya? Cih siapa yang lebih keren dari oppamu yang satu ini”
“kkk~
aku menyukai chanyeol oppa” ucap han bi tersenyum.
“ne?”
“aku
tau ini tak wajar. Tapi maafkan aku menolakmu karna oppa ku sendiri”
“
ya tak apa. Hati tak bisa memilih” namun jelas, di wajah baekhyun ada gurat
kekecewaan walau pun tak banyak.
“lalu
kau mau Tanya apa?” Tanya baekhyun dengan senyum terpaksa. Jujur baekhyun masih
sakit hati. Baekhyun tak sepenuhnya keluar dari pesona han bi.
“apa
oppa mempunyai wanita di hatinya?” Tanya han bi polos dan mendekatkan wajahnya
ke baekhyun dengan tatapan menyelidik. Sialnya, hati baekhyun tak baik-baik
saja.
“eopso
yo” sebenarnya baekhyun juga tak tau. Dia hanya, tak ingin hati gadis itu
terluka.
Flashback
end.
“tapi kau malah membuat hati gadis itu terluka
sampai harus di operasi. Sepertinya dia melihat apa yang kalakukan dengan dara.
Matanya benar-benar sembab. Dia pasti menangis karna mu” ucap baekhyun lalu
tertawa kecil.
“memang apa yang kau lakukan dengan dara?”
Chanyeol hanya diam. Tak mampu berucap. Jujur hatinya
benar-benar sakit. Gadis yang di cintainya melihat dia mencium yeoja yang sama
sekali tak menempati ruang hatinya. Tapi ada perasaan bahagia saat dia tau han
bi juga menyukainya.
“ah anyeonghaseo imo” ucap baekhyun berdiri dan
langsung menyambut kedatangan nyonya dan tuan Park yang tiba-tiba.
“bagaimana han bi?” Tanya tuan park dengan gurat wajah khawatir.
“dia baik-baik saja samchun. Hanya retak di bagian
kepala” jawab baekhyun takut sambil melirik-lirik chanyeol yang masih saja
tenang duduk dibangkunya dengan menundukan kepala.
“dasar anak kurang ajar! Kau ini bagaimanasih? Han bi
sampai bisa di operasi begitu” ucap tuan park marah.
Chanyeol pun berdiri dan berlutut di depan ayahnya
sambil menangis.
“jeosonghabnida aeboji. Jeosonghabnida” ucap chanyeol
sambil menangis dan berlutut di depan ayah nya. Tuan park pun iba melihat
sepertinya anaknya yang tertua juga benar-benar terpukul.
“berdirilah” chanyeol tetap berlutut di depan
ayahnya meminta ampun.
“berdirilah!” ucap ayah chanyeol memaksa mendirikannya.
“jaga adikmu selagi kami tak ada di sini” ucap tuan
park lalu berlalu meninggalkan lorong rumah sakit.
“baekhyun-na. imo dan samchun harus kembali
berkerja. Jaga adikmu chan” ucap nyonya park lalu pergi meninggalkan lorong
rumah sakit mengikuti tuan park.
Special
Eungg.
Ah kepalaku sakit sekali. Aku ingat aku tadi jatuh
dari tangga habis melihat. Ah ya aku melihat itu.
Chanyeol oppa berciuman dengan dara sunbae.
Hatiku nyeri lagi.
“han bi ya~ sudah siuman?” terdengar suara bass di
telingaku. Ku lihat didepan pintu rumah sakit.
Dia menatapku sedih.
“masih sakit?” Tanya suara itu lagi. Suara yang
keluar dari bibir yang mengecup bibir orang lain.
Bahkan
saat sakit begini aku harus berakting.
“maafkan aku aku tak menjagamu dengan baik” ucapnya
setelah duduk disamping kasurku dan mengelus surai rambutku pelan.
Ah
aku akan merindukan sentuhan yang sebentar lagi menjadi milik dara sunbae.
Batinku. Tak sadar
aku memejamkan mataku dan menikmati sentuhan tangannya.
“kau mau ke atap menemuiku ya? Tadi baekhyun
bercerita. Kenapa tak menemuiku. Jelas-jelas kau jatuh seperti kau sedang turun”
ucapnya dengan lembut dan masih mengelus kepalaku.
Baekhyun
oppa tak menceritakan yang ‘itu’ kan?
“aku tadi mendengar pembicaraan mu dengan dara
sunbae. Jadi oppa sekarang namja chinggu seorang yeoja ya?? Aku sampai oleng
karna sibuk tertawa melihat kalian berciuman dan terjatuh begini” ucapku
tersenyum. Harusnya aku sekolah akting saja.
Aku tak tau. Tapi chanyeol benar-benar menatapku
dengan sedih.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC!!
Wkwkwk
aku awalnya mau buat oneshot. Kalau kerangka
cerita yang aku buat keliatannya dikit. Sekali dijabarkan banyak banget! Jadi aku
putuskan aku bagi dua ini ff. oh ya semoga menghibur ya wkwk. Jangan lupa
tinggal kan komentar dong gaes jangan jadi silent readers.. sedih aing. Fyi aja,
chapter it’s over yang terakhir bakal aku lock. Dan ada syaratnya untuk dapat
passwordnya. Salah satu syaratnya ya comen di seluruh chaptered cerita. Untuk ini
aku berbaik hati untuk silent readers deh g bakal aku lock twoshootnya. Noh sudah
di baikin masa masih ga mau komen -_- dah ah deng.


0 komentar:
Posting Komentar